Filed under: Uncategorized

5 Hambatan dan Solusi Puskesmas

Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) adalah salah satu sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang amat penting di Indonesia. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kabupaten/kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatau wilayah kerja (Depkes, 2011).

Jika ditinjau dari sistim pelayanan kesehatan di Indonesia, maka peranan dan kedudukan puskesmas adalah sebagai ujung tombak sistim pelayanan kcsehatan di Indonesia. Sebagai sarana pelayanan kesehatan terdepan di Indonesia, maka Puskesmas bertanggungjawab dalam menyelenggarakan pelayartan kesehatan masyarakat, juga bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan.

Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) No. 511 Tahun 2014 tentang Strategi Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS) di era otonomi daerah menegaskan, bahwa sasaran pengembangan SIKNAS pada akhir tahun 2009 adalah telah tersedia dan dimanfaatkannya data dan informasi kesehatan yang akurat, tepat, dan cepat dalam pengambilan keputusan atau kebijakan bidang kesehatan di kabupaten/kota, provinsi, dan Departemen Kesehatan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

Namun masih ada beberapa kendala yang biasa terjadi di puskesmas, seperti dibawah ini :

Puskesmas rata-rata hanya memilili 1 atau 2 komputer. Puskesmas untuk daerah tertentu, sumber daya listrik sering menjadi masalah dalam hambatan sistem informasi, terjadinya dalam proses laporan kegiatan kementrian kesehatan.
Ketidakamanan gedung puskesmas yang mengakibatkan hilangnya benda dalam gedung.
Masih jarang ditemukan orang/staf/unit kerja yang khusus menangani data/komputerisasi. Maka hal ini akan menjadi masalah untuk menentukan siapa yang tanggung jawab data yang ada baik dari pengolahan dan pemeliharaan data, maupun segi koordinasi antar bagian.
Banyak staf puskesmas yang belum maksimal dalam mengoperasikan komputer.
Kemampuan operasional komputer didapat secara belajar mandiri, sehingga tidak maksimal.
Walau demikian ada beberapa solusi yang bisa dilakukan terkait masalah diatas, sebagai berikut :

Untuk sistem informasi kesehatan yang hanya menggunakan komputer 1 atau 2 saja di puskemas bisa diatasi dengan menggunakan dana pemerintah. Atau bisa menggunakan internet (secara online) melalui handphone melalui mHealth (Mobile Health) dimana akan disetor ke Dinas Kesehatan Nasional.
Untuk masalah keamanan bisa diatasi dengan adanya pengamanan dari satpam yang menjaga lokasi puskesmas.
Untuk masalah kekurangan staf bisa diatasi dengan mencari orang/staf dari jurusan IT. Sehingga orang tersebut dapat melakukan pengolahan SIK.
Untuk masalah staf yang belum maksimal dalam SIK bisa diatasi dengan diadakannya pembelajaran cara mengolah data yang baik dan benar.
Untuk masalah kemampuan operasional yang belum maksimal bisa diatasi dengan melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi (yang berhubungan dengan SIK) sehingga bisa mengajari orang/staf puskesmas agar pengembangan SIK lebih maksimal.
Penerapan sistem membutuhkan biaya cukup besar, namun hal tersebut adalah sebuah investasi, terutama instansi yang memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti Puskesmas. Saran yang dapat disampaikan untuk meningkatkan kedisiplinan input data oleh Petugas/Pegawai Puskesmas adalah memberikan reward dan punissment atau bentuk evalusi berkala.